Senin, 27 Mei 2013

perkembangan media isyarat

Bagaimana kalau Anda ingin mengkomunikasikan  sesuatu kepada orang yang jaraknya agak jauh dimana dengan suara tidak jelas terdengar? Maka Anda berusaha membantu menggunakan isyarat-isyarat yang diharapkan dapat dimengerti oleh lawan bicara. Atau pernahkan Anda menyaksikan orang tuna rungu berkomunikasi?
Mereka menggunakan sejumlah isyarat tertentu. Interaksi pada kedua contoh di atas merupakan komunikasi isyarat.  Seperti pada pembelajaran sebelumnya, jenis komunikasi yang dapat digunakan diantaranya komunikasi isyarat. Komunikasi ini penting terutama untuk kalangan tertentu seperti tuna rungu, atau komunikasi langsung namun ada kendala jarak yang agak jauh misalnya. Teknologi komunikasi isyarat terus dikembangkan untuk tujuan tertentu sehingga informasi yang dikomunikasi memiliki ketepatan tinggi.
Teknologi komunikasi isyarat adalah berkomunikasi dengan media isyaratnya (sinyal), antara lain: sinar/cahaya, asap, peluit, genderang, kentongan, sema-phore (bendera), isyarat anggota badan dan lain sebagainya. Komunikasi isyarat yang diguna-kan seperti kode-kode isyarat, telah disepakati dan dimengerti oleh kedua belah pihak yang berkomunikasi.  Tujuan dari komunikasi ini adalah agar informasi (berita) dapat diterima dan dipahami oleh sipenerima berita.  Komunikasi  ini juga kadang digunakan dalam interkasi kita diantaranya untuk lebih memperjelas isi pesan dari pada perkataan yang diucapkan misalnya menggunakan gerakan badan. Komunikasi isyarat banyak dipakai dipabrik-pabrik yang bersuara bising misalnya komunikasi antara atasan dan bawahan. Komunikasi isyarat ini memiliki ada 4 tujuan umum:
a. Memberi instruksi untuk mengerjakan pekerjaan
b. Memberi informasi tentang prosedur dan pelaksanaan suatu tugas
c.  Memberi informasi dasar pemikiran tentang suatu pekerjaan
d. Memberi informasi cara pencapaian sasaran
1.  Bentuk-Bentuk Komunikasi Isyarat
            Komunikasi isyarat dapat dilakukan menggunakan bentuk-bentuk sinyal antara lain:
a. Cahaya atau Sinar
Untuk mengatur arus lalu lintas, diantaranya meng-gunakan cahaya melalui lampu lalu lintas merah, kuning, dan hijau. Tentu Anda mengetahui arti warna dari cahaya tersebut.  Contoh lain silahkan Anda perhatikan, apabila sebuah kendaraan akan belok ke kiri atau ke kanan, maka pengemudi menyalakan lampu atau sinyal kuning yang biasanya di set agar berkedip-kedip. Secara umum rambu lalu lintas adalah tanda-tanda, alat, atau benda yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai  dalam pengaturan lalu lintas jalan raya.  erdasarkan jenis pesan yang disampaikan, rambu lalu lintas dapat dikelompokkan menjadi rambu-rambu sebagai berikut :
1). Rambu peringatan
Rambu yang memperingatkan adanya bahaya agar para pengemudi berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya. Misalnya: Rambu yang menu-njukkan adanya lintasan kereta api, atau adanya simpangan berbahaya bagi para pengemudi.
2). Rambu Petunjuk
Rambu yang memberikan petu-njuk atau keterangan kepada pengemudi atau pemakai jalan lainnya, tentang arah yang harus ditempuh atau letak kota yang akan dituju lengkap dengan nama dan arah letak itu berada.
3). Rambu larangan dan perintah
Rambu ini untuk melarang/me-merintah semua jenis lalu lintas tertentu untuk memakai jalan, jurusan atau tempat-tempat tertentu.
b. Suara/Bunyi
                                                                                                                                                 Pernahkan Anda memperhatikan seorang petugas polisi yang sedang mengatur lalu lintas jalan raya,  misalnya ketika macet? Alat apa yang digunakan oleh petugas polisi tersebut? Tentu sudah Anda kenal yaitu peluit atau semprit. Dengan meniup peluit para pengendara sudah memahami apa maksud polisi itu,  dian-taranya harus mempercapat, harus kepingir, harus berhenti, dan lain-lain.  Komunikasi melalui bunyi juga dapat kita temui untuk petunjuk waktu, pada jam-jam yang telah ditentukan, lonceng berbunyi.


Komunikasi Isyarat Khusus
a.  Semaphore
Anda tentu sudah mengenal istilah semaphore terutama ketika aktif di kegiatan pramuka. Semaphore biasanya menggunakan bendera kecil yang dikendalikan oleh kedua tangan. Kode semaphore digunakan  melakukan perintah-perintah untuk dilaksanakan oleh regu pramuka.
Disamping ini pola atau konfigurasi kode semaphore. Komunikasi dengan semaphore biasanya digunakan apabila jarak komunikan berjauhan yang tidak mungkin dijangkau pendengaran, namun mudah dijangkau penglihatan. Hal ini tentunya harus dilakukan pada keadaan yang terang.

b.  Huruf Braile

Pemakaian huruf  braile biasanya digunakan oleh saudara kita yang tuna netra. Mereka juga membutuhkan komunikasi dalam kehidupan ini. Semua huruf dikodekan dengan tertentu dimana pola-pola tersebut ditulis menonjol agar mudah diraba.
c.  Kode Morse
            Berbeda dengan kode isyarat semaphore yang menggunakan pola gerakkan, kode morse menggunakan  pola bunyi peluit. Berikut ini pola kode  morse yang biasa digunakan.

Cc : http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCoQFjAA&url=http%3A%2F%2Fedwi.dosen.upnyk.ac.id%2FPTK.5.05.pdf&ei=7MSdUZOSBoTlrAePnoHgDg&usg=AFQjCNEDJ4pUSf5iKCjK-sR6kJiDbtWRKg&sig2=yWIrfWy2TDi2PGhiAKHGqg&bvm=bv.46865395,d.bmk

0 komentar:

Poskan Komentar